Kau mungkin takkan pernah tahu
Kasihku tak berujung senja pada setiap batas waktu
Titip rindu dalam tiap hentak nafas
adalah bentuk yang hadir pada malam-malam
tiada berujung seputaran masa kanak belaka
Kau mungkin takkan mau tahu
Desah kalbu yang ciptakan bayang tubuhmu
Hadirkan alunan masa kugelut mimpiku
walau entah dalam asa berlari
nun jauh di akasa semata
Kau mungkin enggan kusapa
hingga belokkan arah nada ceria yang harusnya tercipta
usir pelita yang sempat mempesona
Ingin kulumat bibirmu
hingga rindu malam taklagi berani usikku
Ingin kuusap peluh mengucur diwajahmu
bahkan dia takboleh ada disitu penuhi rona diwajahmu
Ingin kudekap dingin tubuhmu
agar panas bara yang kubawa bisa ciptakan
asmara yang kobarkan jiwa kita
Kau dan aku satu
Namun, Kau dan aku jua dua, tiga, empat,
hingga ribu yang sesakkan ruang masa
Kau dan aku satu
bahkan angin malam enggan intip
tiap nafas yang kutitip ditelingamu manja
hingga bulan ciptakan dipan asmara bagi kita
Kau dan aku satu
tiada yang bisa tolak arah cerita cinta
satukan dua jiwa,
tidak sang benua, tidak jua sang samudera
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar