Jika penat jiwa
maka kupanjat doa
dalam malam hening sayat dada
Kuuntai nada
terpancing gemerincing swara
itu adalah bisik katamu
Dalam degup resah
biar wujud ini menyatu
satu dibelah pundakmu
Kangen kamu
manjaku terpalu mengulur waktu
tak hendak berlalu
Tuhanku...
Terpuruk aku di ujung kalbu
karna pria ini miliki asmaraku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar