Tidak pernah kukatakan dan kulakukan ini....
Tidak pada malam, tidak berlaku bagi sang bulan,
Tak jua bagi siapapun.
Bukan sekedar sentuhan
Namun ingin kucium bibirmu.
Ku kulum tiap kata terukir disana...
Biarkan rasa hadir, tentang indah dirimu,
walau hanya sesaat.
walau gugup kujelang saatnya
Datanglah, bicara tentang dawai cinta
Katakan dirimu di nyata dan segala asa yang kupunya.
Kuberikan untai cintaku.
Tidak demi masa lalu,
tidak demi masa kini,
dan juga, tidak demi masa depan.
Tapi demi cinta, dan, atas nama cinta.
Karena aku cintamu, My Lovely Man
Jangan pernah ragukan kekuatan sebuah cinta....
Masih berpikir bahwa cinta itu tidak bakal ada dan hadir?
Truly Love tidak akan mati.
Tidak berbatas jarak ruang dan waktu,
tidak juga terlibat materi.
Bukan cuma sekedar fisik semata
Biarkan ini jadi cinta dewasa,
bukan cuma sekedar ke kanakan lagi.
walau terkadang hidup tidaklah adil, kasih..
Cinta, sudah cukup bagi cinta itu sendiri.
Susah dan senang, baik dan buruk wajah penampilan seseorang,
dalam sakit maupun sehat.
Datanglah,
bisa kita rangkai jutaan cinta senada
tanpa malu karna cinta se putih salju, tidak tercela
Kukenalkan dikau hakikat pencinta sejati.
Hidup sudah berat....
Tawaranku, kita jalani ini bersama,
tanpa nafsu, ego dan angkara smata..
Sepanjang hidupku, dan di alam lain...
Kan kucintai dirimu apa adanya.
Jumat, 30 April 2010
Kamis, 29 April 2010
Malam, jelang Pagi
Malam,
Jadi teman bagi banyak pencinta
yang enggan berlalu hanya karena asyik dengan lamunannya semata
Namun,
Hidup tidak cuma mimpi, kasihku
Ku buat engkau jadi begitu nyata
Senyata desah nafas di tiap detik milikku
Jadi teman bagi banyak pencinta
yang enggan berlalu hanya karena asyik dengan lamunannya semata
Namun,
Hidup tidak cuma mimpi, kasihku
Ku buat engkau jadi begitu nyata
Senyata desah nafas di tiap detik milikku
Sabtu, 24 April 2010
Ijinkan Aku Menciummu Berkali dan Berkali.....
Takkan pernah cukup cintaku
hadir dalam bentuk ruang dan waktu
di tiap detak jam yang berlalu
Kucintai dirimu
lebih dari sekedar api unggun
yang hangatkan pemburu padang pasir
dari dingin angin bergulir
Sekelam angin dengan kilat badai
sedahsyat amuk samudera menggelegak ombak
kasihku akan tetap hadirkan butir cinta
tiada terusik mereka yang iri karna kita
Aku mencintaimu,
walau dari denting piano yang terdengar di balik kabut
walau dawai biola tak se indah kata kau ucap
walau tiada nada bisa kugubah mesra
Bila hilang asa jadi satu cara berlalu
Biar hidup terus bergulir iringi jejak langkahku
takkan berpaling cintaku padamu
Ijinkan aku menciummu berkali... dan, berkali....
hadir dalam bentuk ruang dan waktu
di tiap detak jam yang berlalu
Kucintai dirimu
lebih dari sekedar api unggun
yang hangatkan pemburu padang pasir
dari dingin angin bergulir
Sekelam angin dengan kilat badai
sedahsyat amuk samudera menggelegak ombak
kasihku akan tetap hadirkan butir cinta
tiada terusik mereka yang iri karna kita
Aku mencintaimu,
walau dari denting piano yang terdengar di balik kabut
walau dawai biola tak se indah kata kau ucap
walau tiada nada bisa kugubah mesra
Bila hilang asa jadi satu cara berlalu
Biar hidup terus bergulir iringi jejak langkahku
takkan berpaling cintaku padamu
Ijinkan aku menciummu berkali... dan, berkali....
Jumat, 16 April 2010
Rindu Ini...
Kangenku padamu
Tak berbilang waktu
Berjarak se perlemparan batu
Merengkuh tiap rindu terkapar di hampar akasa
Ceritera berlalu
dalam ungkap masa
adakah abadi walau tiada jiwa kan bersua
kau biar terhapus selimut angin malam berbisik resah
Cukup sudah
kucoba tentang segala rasa yang kupunya
bahwa tampik hadirmu dimimpiku cuma sia sia
Biar awan bawa kembali tawa candamu lirih dibalik waktu
Kasihku, embun pagi
jangan berlalu karna letih singsing lengan baju
jangan tersipu karna dia tak terima hadirmu
kudukung sepenuh hati bahwa cinta tak berbilang jarak...
Tak berbilang waktu
Berjarak se perlemparan batu
Merengkuh tiap rindu terkapar di hampar akasa
Ceritera berlalu
dalam ungkap masa
adakah abadi walau tiada jiwa kan bersua
kau biar terhapus selimut angin malam berbisik resah
Cukup sudah
kucoba tentang segala rasa yang kupunya
bahwa tampik hadirmu dimimpiku cuma sia sia
Biar awan bawa kembali tawa candamu lirih dibalik waktu
Kasihku, embun pagi
jangan berlalu karna letih singsing lengan baju
jangan tersipu karna dia tak terima hadirmu
kudukung sepenuh hati bahwa cinta tak berbilang jarak...
Minggu, 11 April 2010
Resah dan Gundahku KarenaMu
Kau mungkin takkan pernah tahu
Kasihku tak berujung senja pada setiap batas waktu
Titip rindu dalam tiap hentak nafas
adalah bentuk yang hadir pada malam-malam
tiada berujung seputaran masa kanak belaka
Kau mungkin takkan mau tahu
Desah kalbu yang ciptakan bayang tubuhmu
Hadirkan alunan masa kugelut mimpiku
walau entah dalam asa berlari
nun jauh di akasa semata
Kau mungkin enggan kusapa
hingga belokkan arah nada ceria yang harusnya tercipta
usir pelita yang sempat mempesona
Ingin kulumat bibirmu
hingga rindu malam taklagi berani usikku
Ingin kuusap peluh mengucur diwajahmu
bahkan dia takboleh ada disitu penuhi rona diwajahmu
Ingin kudekap dingin tubuhmu
agar panas bara yang kubawa bisa ciptakan
asmara yang kobarkan jiwa kita
Kau dan aku satu
Namun, Kau dan aku jua dua, tiga, empat,
hingga ribu yang sesakkan ruang masa
Kau dan aku satu
bahkan angin malam enggan intip
tiap nafas yang kutitip ditelingamu manja
hingga bulan ciptakan dipan asmara bagi kita
Kau dan aku satu
tiada yang bisa tolak arah cerita cinta
satukan dua jiwa,
tidak sang benua, tidak jua sang samudera
Kasihku tak berujung senja pada setiap batas waktu
Titip rindu dalam tiap hentak nafas
adalah bentuk yang hadir pada malam-malam
tiada berujung seputaran masa kanak belaka
Kau mungkin takkan mau tahu
Desah kalbu yang ciptakan bayang tubuhmu
Hadirkan alunan masa kugelut mimpiku
walau entah dalam asa berlari
nun jauh di akasa semata
Kau mungkin enggan kusapa
hingga belokkan arah nada ceria yang harusnya tercipta
usir pelita yang sempat mempesona
Ingin kulumat bibirmu
hingga rindu malam taklagi berani usikku
Ingin kuusap peluh mengucur diwajahmu
bahkan dia takboleh ada disitu penuhi rona diwajahmu
Ingin kudekap dingin tubuhmu
agar panas bara yang kubawa bisa ciptakan
asmara yang kobarkan jiwa kita
Kau dan aku satu
Namun, Kau dan aku jua dua, tiga, empat,
hingga ribu yang sesakkan ruang masa
Kau dan aku satu
bahkan angin malam enggan intip
tiap nafas yang kutitip ditelingamu manja
hingga bulan ciptakan dipan asmara bagi kita
Kau dan aku satu
tiada yang bisa tolak arah cerita cinta
satukan dua jiwa,
tidak sang benua, tidak jua sang samudera
Minggu, 04 April 2010
Ingin Kubersandar di Bahumu dalam Tidurku
Jika penat jiwa
maka kupanjat doa
dalam malam hening sayat dada
Kuuntai nada
terpancing gemerincing swara
itu adalah bisik katamu
Dalam degup resah
biar wujud ini menyatu
satu dibelah pundakmu
Kangen kamu
manjaku terpalu mengulur waktu
tak hendak berlalu
Tuhanku...
Terpuruk aku di ujung kalbu
karna pria ini miliki asmaraku
maka kupanjat doa
dalam malam hening sayat dada
Kuuntai nada
terpancing gemerincing swara
itu adalah bisik katamu
Dalam degup resah
biar wujud ini menyatu
satu dibelah pundakmu
Kangen kamu
manjaku terpalu mengulur waktu
tak hendak berlalu
Tuhanku...
Terpuruk aku di ujung kalbu
karna pria ini miliki asmaraku
Sabtu, 03 April 2010
Mimpiku tadi malam..
Kasih..
maafkan aku jika mimpiku tadi malam
adalah tentang bersamamu
adalah tentang perjuangan bersamamu
adalah tentang hari indah enggan kulepas karnamu
Kasih...
maafkan aku jika enggan beranjak
adalah karna hadir dirimu
adalah karna takkunjung kutolak bayangmu
adalah nafasmu di hatiku
Jangan biar hilang asa dalam alun pendar matamu
Usir dia yang beri resah gelisah dihidupmu
Rentang cita dan segala cerita antara kita
Biar bibirmu ungkap makna cinta kita
Tak hendak kupaling angan tentangmu
Derap di dada... biar bergemuruh karnamu
maafkan aku jika mimpiku tadi malam
adalah tentang bersamamu
adalah tentang perjuangan bersamamu
adalah tentang hari indah enggan kulepas karnamu
Kasih...
maafkan aku jika enggan beranjak
adalah karna hadir dirimu
adalah karna takkunjung kutolak bayangmu
adalah nafasmu di hatiku
Jangan biar hilang asa dalam alun pendar matamu
Usir dia yang beri resah gelisah dihidupmu
Rentang cita dan segala cerita antara kita
Biar bibirmu ungkap makna cinta kita
Tak hendak kupaling angan tentangmu
Derap di dada... biar bergemuruh karnamu
Langganan:
Komentar (Atom)
